Membangun Nilai-nilai Pancasila di Rumah Melalui Tontonan Edukatif


Jakarta:-Tahun 2020 pelajar Indonesia diimbau untuk melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) demi mencegah penularan virus corona. Di saat proses pembelajaran harus disesuaikan kembali secara daring, Kemendikbud melalui Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) juga menyelenggarakan berbagai kegiatan edukatif secara virtual yang bisa diikuti oleh pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK. Salah satunya melalui aktivitas nonton bersama film edukatif.
 
Menonton film sering dianggap hanya mengganggu waktu belajar, padahal banyak juga film yang penuh nilai moral. Nyatanya, pesan yang tersirat di dalam film justru lebih mudah diterima masyarakat, tak terkecuali para siswa.
 
Beberapa waktu lalu, tepatnya di peringatan Hari Pramuka dan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75, Puspeka menggelar acara nonton bareng (nobar) virtual bertema Indonesia Bangkit, Indonesia Maju. Diikuti oleh 4.000 pelajar dari berbagai daerah, para pelajar diajak menonton film animasi karya anak bangsa, Battle of Surabaya, bersama sutradaranya, Aryanto Yuniawan, penulis naskah, hingga para pengisi suaranya.
 
Battle of Surabaya bercerita tentang Musa, seorang remaja tukang semir sepatu yang menjadi kurir bagi pejuang Surabaya dalam peristiwa pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Penayangan film produksi MSV Pictures ini diharapkan dapat menjadi tambahan pengetahuan bagi para siswa tentang perjuangan para pejuang demi merebut kemerdekaan Indonesia. Selain itu, diharapkan film yang rilis pada 2015 ini juga bisa menjadi media menanamkan nilai-nilai Pancasila meski harus belajar di rumah aja. Siswa pun bisa mengambil pesan positif dari penayangan film tersebut.
 
Ribuan pelajar yang mengikuti nobar Battle of Surabaya menandakan tingginya antusiasme dari program ini. Hikmal Akbar Ramadhan, misalnya. Siswa di salah satu SMA di Cibinong ini mengaku sangat antusias mengikuti nobar tersebut sembari mengisi waktu di sela-sela belajar di rumah.
 
“Senang bisa ikut nonton film Battle of Surabaya. Filmnya seru dan banyak pesan yang kita dapatkan, salah satunya membangkitkan rasa nasionalisme karena tahu perjuangan pejuang zaman dulu yang berani,” ungkapnya.
 
“Dari film ini kita diajari untuk pantang menyerah dan berani memperjuangkan sesuatu yang kita anggap benar,” tambah Hikmal.
 
Menurutnya, kegiatan bermanfaat seperti nonton film bersama ini juga bisa menyulut semangat meski saat ini tidak bisa beraktivitas bebas, termasuk pergi ke sekolah. Hikmal berharap program nobar film-film edukatif seperti ini bisa terus diselenggarakan agar semakin banyak generasi muda yang lebih tahu sejarah dan perjuangan bangsa.
 
Selain mengadakan nobar Battle of Surabaya, Kemendikbud rutin mengadakan program-program kreatif lainnya, salah satunya program “Belajar dari Rumah” di TVRI yang ditayangkan sejak awal April lalu.
 
"Program Belajar dari Rumah merupakan bentuk upaya Kemendikbud membantu terselenggaranya pendidikan bagi semua kalangan masyarakat di masa darurat COVID-19," ujar Mendikbud, Nadiem Makarim (9/4).
 
Program ini menayangkan materi pembelajaran untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga pendidikan menengah, film-film edukatif Indonesia, serta program kebudayaan di akhir pekan. Inilah strategi Puspeka untuk menanamkan pendidikan karakter dan nilai-nilai Pancasila sehingga siswa dapat unggul tak hanya di sisi akademik, namun juga dalam kehidupannya hingga dewasa.
 
Pendidikan karakter untuk mewujudkan generasi pelajar Pancasila memang menjadi salah satu program yang kini diprioritaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Program ini tidak hanya bertujuan untuk mengenalkan nilai-nilai Pancasila, tapi juga mewujudkan SDM unggul yang berakhlak mulia, mandiri, bergotong royong, bernalar kritis, kreatif, dan berkebhinekaan global.
 
Sejak pertengahan 2020, Puspeka telah aktif menggelar berbagai program untuk pelajar maupun tenaga pendidik di Indonesia. Sebut saja acara Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei lalu yang mengangkat tema “Belajar dari COVID-19” yang diramaikan sosok inspiratif muda Indonesia. Ada juga acara kompetisi surat inspiratif murid dan guru yang dibacakan langsung oleh Mendikbud, lomba-lomba memperingati hari besar nasional, hingga webinar inspiratif untuk mewujudkan generasi Pelajar Pancasila. (Kumparan/ER)

Sumber kumparan.com