22 Pejabat dan Pegawai Ditetapkan Sebagai Agen Perubahan di Lingkungan BPIP


Jakarta;- Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menetapkan 22 Pejabat dan Pegawai di lingkungan BPIP sebagai agen perubahan. Agent of Change tersebut dinilai sebagai roda penggerak perubahan dan pelaksanaan Reformasi Birokrasi di lingkungan kerja BPIP sehingga dapat menjadi role model bagi pejabat dan pegawai lainnya.

"Salah satu upaya percepatan internalisasi Reformasi Birokrasi dan Internalisasi Renstra, pada hari ini saya tetapkan agent of change atau agen perubahan di Lingkungan BPIP", ucap kepala BPIP Prof. Drs. K.H Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D saat sambutan dalam Rapat Koordinasi Internalisasi Renstra dan Reformasi Birokrasi, Pencanangan Pembangunan Zona Integritas (ZI) dan Launching Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Rabu, (7/10).

Pemecah rekor sebagai dosen pertama dari Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) yang berhasil menembus Harvard Law School di Amerika Serikat (AS) itu berharap, ASN sebagai agen perubahan harus dapat membawa arus positif dalam mengubah sistem dan tata kelola pemerintahan menjadi berlandaskan kepribadian Pancasila yang hadir di tengah masyarakat.

"Saya harapkan ASN menjadi agen perubahan menghadirkan inovasi pemerintahan yang lebih mendekati masyarakat dan juga dapat mensosialisasikan program dan konsisten memberikan manfaat bagi publik", harapnya.

Dalam kesempatan yang sama Sekretaris Utama BPIP DR. Drs. Karjono., S.H., M.Hum mengapresiasi kepada 22 pejabat dan pegawai yang dinobatkan sebagai agen perubahan.

Dirinya menekankan kepada ASN di lingkungan BPIP untuk terus meningkatkan kinerjanya.

"Saya menekankan kepada seluruh pejabat dan pegawai terus meningkatkan kapasitasnya sebagai ASN dengan kerja keras, kerja ikhlas, kerja cerdas dan kerja tuntas," tegasnya.

Menurutnya keberhasilan Lembaga dalam menjalankan Renstra khususnya dalam implementasi Reformasi Birokrasi sangat ditentukan oleh kapasitas dan kualitas integritas masing-masing individu.

Sementara itu salah seorang Pejabat yang dinobatkan sebagai agen perubahan Fuad Lutfi, ST.,M.Si., MT mengaku, hal ini sebuah tantangan yang harus dijawab dengan berinovasi.

"Menjadi AoC ini sebuah tantangan yang harus dijawab dengan terobosan-terobosan seperti berinovasi guna menciptakan birokrasi pemerintahan yang profesional secara sungguh sungguh dan berkelanjutan", ucapnya.

Kepala Bidang Pengelolaan Data dan Informasi BPIP itu juga menegaskan akan terus berupaya merubah pola pikir dan budaya kerja di lingkungan BPIP menuju perwujudan Reformasi Birokrasi yang lebih baik.

22 pejabat dan pegawai sebagai agen perubahan tersebut ditetapkan surat keputusan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Nomor 81 Tahun 2020 Tentang Reformasi Birokrasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila. (ER)