Pancasila Perlu Diterjemahkan Dengan Konten Kreatif


Semarang;- Pengertian dan pemahaman Pancasila, perlu diterjemahkan hingga tingkat bawah. Dengan konten-konten kreatif, serta gaya bahasa yang lebih nge-pop, diharapkan bisa lebih mengena ke masyarakat, terutama generasi muda. Hal tersebut disampaikan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, saat bertemu delegasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di kantor Gubernuran Jateng, Semarang, Kamis (17/9/2020).

“BPIP harus punya tim kreatif, yang bisa menerjemahkan Pancasila sampai ke tingkat bawah. Kalau saya kasih masukan, kami ingin membahasakan Pancasila lebih nge-pop dengan bahasa yang mudah diterima. Misalnya buat kaos oblong dengan ide tentang Pancasila, gambar-gambar tentang Pancasila. Bisa juga buat konten audiovisual durasi pendek,” paparnya.

Cara seperti ini juga digunakannya dalam sosialisasi pencegahan COVID-19, dengan penerapan protokol kesehatan. Kaos oblong dangan kata-kata unik dan menggelitik, seperti Mas Keran Keren, Nyedak Keplak, Ora Salaman Tetep Seduluran, menjadi trending di kalangan milenial.

Diharapkan, dengan cara yang kreatif dalam menjelaskan ideologi dan nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat, terutama bagi para generasi milenial, menjadi lebih mudah dipahami dan dimengerti.

“Bisa juga contohnya, lomba cerpen bertema Pancasila yang diselenggarakan oleh BPIP beberapa waktu lalu, bisa dibuat film pendek. Selain membuat konten-konten audiovisual, pemberian reward kepada tokoh atau komunitas, juga bisa menjadi pilihan,” terangnya.

Sependapat dengan hal tersebut, Plt Deputi Bidang Hukum Advokasi dan Pengawasan Regulasi BPIP, Ani Purwanti, memaparkan bahwa saat ini, Pancasila tidak dilihat secara tekstual, tetapi dari apa yang dilakukan atau tindakan masyarakat, orang per orang, sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

“Dengan kata lain, membicarakan Pancasila dengan cara menerapkannya di kehidupan sehari-hari. BPIP mempunyai tugas mengarusutamakan Pancasila di masyarakat. Kalau dengan cara kaku, normatif dan kontekstual masyarakat akan bosan. Namun dengan cara dan metode populer ini, kami yakin pesan tersebut akan sampai, terutama ke generasi milenial,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Ani, tujuannya menemui Ganjar Pranowo juga dilakukan untuk melaksanakan program institusionalisasi.

“Kami melihat kelembagaan di Jateng, juga bagus sehingga BPIP memiliki mitra dalam penyelarasan nilai Pancasila dalam peraturan daerah. Termasuk, mensinergikan Pancasila melalui lembaga-lembaga yang ada,” pungkasnya. (*)