Rohaniwan Franz Magnis Suseno: Pancasila Persatukan Perbedaan di Indonesia


SERANG Banten - Pancasila dinilai sebagai ideologi yang mampu memecahkan tantangan bangsa majemuk.

Pancasila bisa mempersatukan berbagai tenik, budaya dan keyakinan yang berbeda di Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan oleh rohaniwan Franz Magnis Suseno saat mengikuti acara simposium nasional tentang, Studi dan Relasi Lintas Agama Berparadigma Pancasila yang dilaksanakan oleh BPIP bekerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin, Serang, Banten yang disiarkan secara virtual, Jumat (11/9/2020).

"Pancasila adalah sesuatu yang luar biasa, berhasil memecahkan suatu tantangan. Indonesia terdiri dari ratusan etnik dan budaya berbagai macam lintas agama kok bisa bersatu," ujar Franz Magnis Suseno.

Dia menuturkan, Pancasila menjunjung tinggi Ketuhanan Yang Maha Esa seperti yang tercantum dalam sila pertama. Dalam sila tersebut tidak membedakan antara yang mayoritas dengan minoritas.

"Saya sendiri terharu dengan kenyataan yang fundamental, penting bagi Indonesia bahwa mayoritas agama yaitu Islam wakil-wakilnya pada 18 Agustus 1945 bersedia untuk tidak menuntut kedudukan khusus di dalam UUD 1945 dan Pancasila itu berarti di Indonesia," ucapnya.

Menurutnya, identitas nasional tidak mengancam, apalagi menindas kelompok tertentu. Justru, kata dia melindungi dan mengangkat identitas masing-masing yang ada di Indonesia.

"Sehingga orang Jawa tetap Jawa, orang Bugis tetap Bugis, orang Islam tetap Islam, orang Katolik tetap Katolik dengan menjadi Indonesia,"