Berita

Kolaborasi Trisakti Membangun Semangat Garuda Untuk Indonesia

BY Pusdatin . 17 November 2021 - 15:22

Tangerang:- Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) terus berupaya membangun gotong royong nasional melalui berbagai komunikasi strategis dengan semua komponen bangsa. Salah satunya dengan dialog bersama Pusterad TNI, Kwarnas Gerakan Pramuka, dan Kodiklat TNI.
 
Dialog dalam rangka Hari Pahlawan Tahun 2021 bertempat di Kodiklat TNI itu dengan tema membangun gotong royong kolaboratif dan dihadiri Direktur Pusat Informasi Teritorial Pusterad TNI Brigjen Drs Burlian Syafei, Kolonel Inf Sunarto, S.Sos., M.A.P.
 
Menurutnya dialog tersebut merupakan konsolidasi awal membangun kembali semangat garuda dalam pelaksanaan pembinaan ideologi Pancasila. Falsafah mendasar dari ikonik garuda telah bersenyawa dalam kehidupan bangsa sepanjang sejarah perlu dipahami kembali oleh seluruh anak bangsa menjadi salah satu topik diskusi yang hangat.
 
“Semangat dan karakter yang terkandung dalam ikonik Garuda Pancasila dan nilai-nilai luhur Pancasila akan membawa Bangsa Indonesia menjadi bangsa besar dan tangguh, yang berdaulat di bidang politik, mandiri di bidang ekonomi, serta berkepribadian yang berkebudayaan”, ungkapnya.
 
Ia mengatakan TNI sangat mendukung inisiasi dari BPIP untuk bekerja  sama dengan Babinsa TNI sebagai ujung tombak teritorial untuk merembeskan nilai-nilai Pancasila dalam membangun budaya masyarakat. Konsolidasi nasional dalam sistem pembinaan ideologi Pancasila perlu dilakukan dengan pendekatan budaya untuk mewujudkan Indonesia Raya.
 
“Kita bersyukur mempunyai Pancasila yang sakti sehingga dapat digunakan untuk menyelesaikan berbagai persoalan bangsa” jelasnya.
 
Burlian menambahkan perlunya langkah awal yang masif menanamkan kembali wawasan nusantara di generasi muda untuk membangun kesadaran atas diri dan lingkungannya.
 
“Kesadaran dari setiap anak bangsa atas diri dan lingkungannya merupakan kunci keberhasilan pembangunan karakter bangsa. Perlu terus dibangun kesadaran adanya tanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa, pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa, sesama manusia, serta atas kelestarian lingkungan sebagai amanah dari setiap insan Indonesia” tukasnya.
 
Untuk membangun kesadaran atas diri dan lingkungannya tersebut perlu memahami sejarah bangsa sebagai refleksi dalam bertindak saat ini yang menjadi landasan bagi proyeksi tindakan di masa depan.
 
“Kesadaran atas diri dan lingkungannya bagi setiap warga negara akan menghadirkan kecintaan terhadap bangsa dan negara yang menumbuhkan jiwa bela negara” imbuhnya.
 
Burlian juga menyatakan bahwa Pancasila merupakan satu-satunya pusaka bangsa instrumen untuk mewujudkan adil dan makmur kehidupan masyarakat dengan menggali keunggulan sumber daya tiap-tiap daerah. 
 
Direktur Perencanaan Pendidikan dan Pelatihan BPIP, Sadono Sriharjo, dalam dialog tersebut kembali menekankan perlunya dilakukan konsolidasi nasional dalam bentuk gotong royong yang kolaboratif, integratif, dan sinergis dalam pelaksanaan pembinaan ideologi Pancasila.
 
Arah kebijakan yang perlu dibangun bersama dalam penyelenggaraan Diklat Pembinaan Ideologi Pancasila adalah Sistem Nasional Diklat Pembinaan Ideologi Pancasila dengan pelibatan semua pemangku kepentingan.
 
Dalam konteks konsolidasi dengan TNI perlu dibangun sistem dengan pendekatan teritorial dimana Babinsa merupakan ujung tombak yang sangat strategis.
 
“BPIP perlu mengadakan kerja sama dengan TNI khususnya bergotong royong dalam penyelenggaraan Diklat ToT PIP untuk menjamin ketersediaan tenaga pengajar Pembinaan Ideologi Pancasila di TNI, khususnya untuk Babinsa sebagai garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat” jelasnya.
 
Peran strategis Babinsa dalam sistem teritorial ini dapat dipahami karena ketokohan Babinsa  dalam masyarakat di pedesaan dapat bertindak sebagai katalisator utama dalam upaya-upaya mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam praktik kehidupan di masyarakat.
 
Sementara itu Direktur Pengkajian Implementasi Pembinaan Ideologi Pancasila, Toto Purbiyanto, menyampaikan  BPIP telah membuat materi bahan ajar Pancasila dari tingkatan pendidikan jenjang PAUD sampai dengan Perguruan Tinggi.
 
Upaya mengembalikan mata ajar Pancasila dalam pendidikan formal tersebut merupakan salah satu upaya kolaboratif membangun karakter bangsa secara sistemik melalui pendidikan formal. Ditambahkan pula kondisi BPIP sebagai instansi baru yang perlu terus membangun kolaborasi dengan berbagai instansi dan lembaga lain termasuk kerja sama dengan TNI.
 
“BPIP tidak mempunyai kantor vertikal sampai ke wilayah, sehingga perlu kerja sama dengan TNI yang mempunyai kewenangan teritorial yang menjangkau hingga perdesaan di seluruh Indonesia.” jelasnya.
 
Toto juga menambahkan bahwa pembinaan ideologi Pancasila dalam rangka pembangunan karakter bangsa juga dilakukan melalui pendidikan non formal, seperti dalam berbagai kegiatan di Pramuka, serta informal, seperti berbagai kegiatan di keluarga dan masyarakat.
 
Asjiandik Pusdikma Kodiklat TNI Kolonel Inf Sunarto, S.Sos., M.A.P juga sebagai Andalan Nasional Komisi Bela Negara Kwarnas Gerakan Pramuka mengatakan selain TNI, BPIP juga perlu mengadakan kerja sama dalam pelaksanaan pembinaan ideologi Pancasila dengan Pramuka. Menurutnya sinergitas BPIP, TNI, dan Pramuka merupakan trisakti kolaborasi dan langkah cerdas karena membangun pendekatan sistem yang masif serta kokoh secara teritorial.
 
“Anggota Pramuka di Indonesia ini mencapai 25 juta anggota yang mempresentasikan setidaknya 25 juta keluarga inti di masyarakat.
 
“Kerjasama dengan Pramuka perlu diadakan karena selain Babinsa, anggota Pramuka yang berjumlah 25 juta tersebar di seluruh wilayah NKRI, sehingga dapat mengakselerasi implementasi nilai-nilai Pancasila di masyarakat” ungkapnya.
 
Asjiandik Pusdikma Kodiklat TNI juga sebagai Andalan Nasional Komisi Bela Negara Kwarnas Gerakan Pramuka, Direktur Perencanaan Diklat BPIP Sadono Sriharjo, S.T., M.M, Direktur Implementasi Pembinaan Ideologi Pancasila BPIP Drs. Toto Purbiyanto, M.Si, Analis Kebijakan Direktorat Perencanaan Diklat  Dr. M. Alisyahdani Ibrahim, S.E., M.Ak, serta beberapa pejabat teras Kodiklat TNI Serpong.(rls/don/ER)