Berita

BPIP Selenggarakan Pagelaran Wayang Virtual Lahire Bima

BY Inda Safitri . 7 Juni 2021 - 03:16

Solo:- Masih dalam suasana peringatan Hari Lahir Pancasila, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia mengadakan pagelaran wayang virtual. Pagelaran dengan tema “Lahire Bima” diisi oleh Ki Warseno Slenk dan Ki Amar Pradopo, Minggu, 6 Juni 2021 di Kota Solo. Acara ini disiarkan langsung melalui instagram BPIP dan Channel YouTube Ki Warseno Slenk dan Amar Pradopo.
 
Terlihat hadir dalam acara ini, Mayor. Jend. Purn. Wisnu Bawa Tenaya, S.IP. Sekretaris Dewan Pengarah BPIP, Ibu. Hj. Ettik Suryani, SE., MM. Bupati Sukoharjo, Dr. Drs. H. Karjono, S.H., M.Hum. Plt. Sekretaris Utama BPIP, Ir. Prakoso, M.M. Deputi Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan BPIP, K.A. Tajuddin, Deputi Bidang Hukum Pengawasan dan Advokasi BPIP, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum. Rektor Universitas Negeri Surakarta dan Prof. Dr. Mudhofir, S.Ag., M.Pd. selaku Rektor UIN Raden Mas Said. 
 
Dalam sambutannya, Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, Ph.D. Kepala BPIP RI mengapresiasi adanya pagelaran ini. Beliau berharap, pagelaran ini bisa menjadi wadah sosialisasi penyampaian pesan nilai-nilai pancasila. Menurutnya, BPIP akan terus mengajak masyarakat untuk mengaplikasikan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari. 
 
Beliau juga kembali mengajak masyarakat untuk selalu bersyukur bahwa bangsa ini dianugerahi rasa persatuan dan kesatuan yang begitu tinggi. Hal ini tidak terlepas dari keberadaan pancasila sebagai nilai yang dijunjung tinggi oleh kita semua. 
 
“Syukur ada 3 tingkat yakni ucapan, mempertahankan yang sudah diberikan, ketiga meningkatkan. Acara ini juga merupakan peringatan 100 tahun kelahiran Bung Karno sebagai penggali Pancasila,” jelasnya.
 
Kegiatan ini juga merupakan bentuk rasa syukur, dan beliau kembali mengingatkan bagaimana kehebatan Pancasila bagi bangsa ini.

“Salah satu kehebatan pancasila ini mempersatukan dan membebaskan lebih dari 40 negara,” tuturnya.  
40 negara yang dimaksud oleh kepala BPIP yakni banyaknya kerajaan di Indonesia pada saat sebelum kemerdekaan bangsa Indonesia. 
 
“Berkat pancasila, kita dipersatukan dan dibebaskan. Karena kita bersatu dan gotong royong maka diberi keberkahan oleh tuhan,” imbuhnya. 
 
BPIP juga sedang merancang bahan ajar mengenai pendidikan pancasila. Bersama dengan sekolah dan perguruan tinggi, BPIP berharap kedepan, Pancasila menjadi nilai yang tetap dipertahankan oleh generasi bangsa. Memberlakukan kembali pancasila sebagai pelajaran di sekolah-sekolah. Pendidikan formal, informal maupun non formal. 
 
“BPIP bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi menyiapkan buku ajar. Buku ajar ini secara teoritis ada 30%, 70% lebih kepada praktik interaksi keteladanan. Selain itu, BPIP juga melakukan penambahan sosialisasi pada konten-konten animasi, video kampanye melalui media sosial, dan lain-lain,” jelasnya lagi. 
 
Lebih jauh, Pancasila diharapkan tidak hanya menjadi teks tertulis namun menjadi laku dalam kehidupan sehari-hari.  “Pancasila dalam tindakan bersatu kita tangguh,” imbuhnya.
 
Harapan yang sama juga disampaikan oleh Ibu. Hj. Ettik Suryani, SE., MM. Bupati Sukoharjo. Ia menyampaikan bahwa Pancasila sebagai ideologi Negara telah mengakomodasi kearifan lokal yang hidup di nusantara. “Seperti gotong royong, adat istiadat, silaturahmi dan lain-lain. NKRI tetap berlangsung dan harmonis karena kekuatan nilai-nilai pancasila. Maka pancasila harus tetap digalakkan  terutama bagi generasi muda. Bersatu padu dan bergerak aktif memperkokoh nilai-nilai pancasila,” jelasnya.
 
Mayjen TNI (Purn.) Wisnu Bawa Tenaya, S.I.P. juga berharap acara ini bisa membangkitkan dan meningkatkan semangat generasi muda untuk terus memegang teguh nilai-nilai pancasila. Ia berharap anak muda sebagai generasi bangsa menjadi generasi yang beretika, dengan budi pekerti yang luhur untuk bisa saling menghormati. Ia juga mengajak generasi muda untuk ikut menyuarakan nilai-nilai pancasila dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. (LA)