Berita

Pendidikan Mengelola Keuangan Bagian dari Amanah Pancasila

BY Pusdatin . 26 Januari 2021 - 14:54

Jakarta:- Setiap orang di Indonesia akan sangat mudah dalam mencari dan mengumpulkan uang. Namun bagaimana mengelola uang tersebut agar bisa bertahan dan bertambah hal ini sulit dilakukan. Situasi pendemi saat ini menjadi pertarungan hebat dalam dunia prekonomian di Indonesia.

Menggenjot daya beli masyarakat dengan keterbatasan pendapatan suatu pekerjaan yang terus diupayakan pemerintah. Saya yakin dan percaya penduduk Indonesia tipikal pekerja keras terkadang suatu hal yang tidak masuk akal jika itu menghasilkan uang akan dilakukan.
 
Pada prakteknya dilapangan sering kita melihat banyak orang yang bisa menghasilkan uang banyak namun begitu cepat pula habisnya. Bahkan terkadang kita begitu miris melihat seseorang jatuh miskin dari sebelumnya memiliki harta yang lumayan.

Namun karena ketidakmampuan mengelola keuangan menyebabkan seluruh uang yang dimiliki hilang tanpa bekas. Mengelola keuangan memang begitu sulit dilakukan, melihat sistem pendidikan yang berjalan kita selalu disuguhkan ilmu pengetahuan hal ini mengajarkan bagaimana kita mencari uang. permasalahan setelah uang ditangan harus dibuat seperti apa dan bagaimana itulah yang tidak kita dapatkan dalam dunia pendidikan.
 
Disinilah peranan Pancasila begitu luar biasa sampai bagaimana kehidupan ekonomi khususnya kesejahteraan ikut menjadi hal yang betul-betul diperhatikan didalam Pancasila. kesejahteraan akan diraih jikalau kita mampu mengelola keuangan, pancasila melalui butir-butirnya memberi tuntunan yang begitu jelas yang bisa kita jadikan pedoman. kita mengambil dari satu sila pancasila yaitu sila kelima.
 
Butir-Butir Pengamalan Pancasila Sila Ke-5, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia yang berbunyi berikut ini
  1. Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
  2. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
  3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
  4. Menghormati hak orang lain.
  5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
  6. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain
  7. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
  8. Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
  9. Suka bekerja keras.
  10. Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
  11. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.
 
Kemakmuran rakyat Indonesia menjadi salah satu cita-cita bangsa Indonesia. Ukuran kemakmuran yang menjadi standar umum berapa uang yang kita miliki atau berapa aset yang kita miliki jika ditukar dengan nilai mata uang. Pancasila sebagai landasan bangsa Indonesia dalam bernegara tertuang didalam sila kelima "keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia" didalam butir Pancasila pada sila kelima jelas tertulis bagaimana ekonomi Indonesia yang dicita-citakan.
 
bagaimaan mewujudkan ekonomi standar Pancasila
 
Kemandirian, kemakmuran bersama dan kedaulatan ekonomi yang bisa kita simpulkan dari keinginan dari sila kelima tersebut.

1. Kedaulatan Ekonomi
Ekonomi Indonesia harus berdaulat jangan mata uang asing menjadi ukuran bagaimana keadaan ekonomi negara kita. dolar saat ini begitu menjadi primadona mata uang dunia. segalanya di ukur dengan dolar. kenapa harus demikian itu artinya kedaulatan ekonomi kita tidak kita miliki sebagai negara merdeka. sudah saatnya membuat kebijakan bagaimana caranya 1 (satu) dolar satu rupiah. hal ini menjadi tugas berat pemerintah 

2. Menguatkan Ekonomi Kerakyatan
Selama ini dalam mengukur keberhasilan perekonomian di Indonesia selalu secara garis besar saja. coba mulai saat ini pemerintah mengukur kemajuan ekonomi bukan dari persentase tetapi lebih rill dan nyata dimana berapa rakyat yang bisa menghasilkan uang dan yang tidak menghasilakna uang itu dijadikan ukuran. semakin banyak individu yang produktif maka semakin baik perekonomian. 

3. Koperasi dibangkitkan dengan cara yang benar
Apa yang dipikiran oleh bung Hatta bertujuan membangkitkan perekonomian di Indonesia. Namun pemikiran beliau bertentangan dengan ajaran kapitalis sehingga beliau sulit untuk menerapkan ajaran koperasi di Indonesia. ajaran koperasi secara tertulis mungkin sulit dipahami mari kita belajar langsung dengan cucu dan cicit dari bung hatta atau orang-orang satu kampung halaman dengan bung Hatta. orang minang dari Sumatera Barat, mari kita perhatikan cara hidup mereka selalu berdagang dengan cara mereka sendiri. dan jika ditanya saat ini apa yang bisa dilakukan Indonesia menghadapi hantaman pedagang dari cina jawabannya para pedagang dari tanah minang menjadi tameng melawan arus kekuasaan mutlak bidang perekonomian di Indonesia.
 
Intinya mari kita pelajari cara mereka sebagai pelaku ekonomi, pastinya ajaran bung Hatta tentang koperasi akan sangat mempengaruhi.
 
Sudah saatnya pemerintah membuat kurikulum bagaimana mengelola keuangan sehingga anak-anak Indonesia tidak hanya tau bagaimana mencari uang namun lebih dari itu bagaimana mengelola uang yang ada menjadi semakin bertambah dan mensejahterakan sesama. kesejateraan bersama akan membuat perekonomian indonesia terangkat tanpa kesenjangan.
 
Jika muncul pertanyaan jika semua orang Indonesia kaya raya siapa yang menjadi pekerja. jawaban yang cukup sederhana kita bisa impor pembantu dan pekerja-pekerja dari negara lain bukan seperti saat ini. kita menjadi produsen babu terbesar di dunia.
 
Mudah-mudahan hal ini menjadi kesadaran bersama dan membuka mata para pemikir ekonomi Indonesia untuk lebih bangga dengan apa yang kita miliki dan apa ilmu yang diberikan putra-putri bangsa sebaiknya diterapkan karena mereka yang lebih faham dan mengerti kebudayaan dan kebutuhan negara kita. (BI/ER)

Oleh: Budi Idris
Sumber: kompasiana.com