Berita

Gelar Vaksinasi COVID-19 Dosis Kedua, BPIP Kuatkan Kekebalan Masyarakat

BY Humas . 7 Desember 2021 - 09:31

Yogyakarta:- Kolaborasi Sentra Vaksinasi Jilid II antara Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Polda DIY, UIN Sunan Kalijaga, dan FKKMK UGM, Senin (6/12). Lebih dari 750 dosis disiapkan untuk disuntikkan kepada peserta yang telah melaksanakan vaksin pertama pada tanggal 28 oktober lalu. 
 
Selain memfasilitasi peserta yang telah terdaftar pada gelombang pertama vaksinasi. Kolaborasi ini juga dibuka untuk masyarakat luas yang belum terakomodasi vaksin kedua. Seperti halnya vaksinasi pertama yang mengakomodasi masyarakat yang terkendala dengan syarat administrasi kependudukan, BPIP berharap dalam penyuntikan vaksin ke dua syarat administrasi tidak menjadi kendala lagi bagi masyarakat. 
 
Dalam sambutannya, Kepala BPIP RI mengatakan bahwa vaksinasi kedua ini bisa menjadi pintu bagi masyarakat dalam mengakses fasilitas kesehatan yang sudah selayaknya didapatkan. Hal ini juga turut didukung oleh kolaborasi yang nyata antara BPIP dengan UIN Sunan Kalijaga yang menyiapkan tempat vaksinasi, FKKMK UGM yang mensupport tenaga Vaksinator, serta Polda DIY yang menyediakan 1700 dosis vaksin kepada masyarakat. 
 
Menurutnya, sebagai pencegahan tertularnya virus COVID-19 masyarakat juga diharapkan mampu secara aktif dan konsisten dalam menerapkan protokol kesehatan. 
 
Ia mengatakan jika hari ini vaksinasi telah mencapai 40% dari total 280.265.720 jiwa yang ditargetkan oleh Pemerintah. "Kegiatan vaksinasi juga merupakan wujud menjaga eksistensi Indonesia karena suntikan vaksin Indonesia merupakan salah satu yang terbanyak di dunia. Wujud vaksinasi ini juga merupakan salah satu bentuk pengamalan nilai-nilai Pancasila", ujarnya saat memberikan sambutan dan penghargaan kepada Nakes dan  Jajaran Pejabat Polda DIY. 
 
Sementara itu, Wakapolda DIY, Brigjen Pol R. Slamet Santoso, S.H., S.I.K mengungkapkan jika vaksinasi tahap pertama di DIY sudah mencapai 96.8 persen dan vaksinasi tahap kedua mencapai 85 persen. "Provinsi DIY adalah salah satu provinsi dari tiga provinsi di Indonesia dengan prosentase vaksinasi tertinggi. Besar harapannya, DIY mampu terbebas dari virus COVID-19.  Oleh karena itu Protokol kesehatan tetap diperlukan walaupun sudah divaksin, apalagi dunia sedang dilanda dengan varian baru yaitu Omicron. Varian inilah yang harus kita perhatikan betul", tandasnya. 
 
Kegiatan yang bertajuk Kolaborasi Sentra Vaksinasi dengan tagline 'Indonesia Sehat, Indonesia Kuat, Indonesia Hebat, Indonesia Bermartabat' ini turut serta menghadirkan hiburan yang dipentaskan oleh komunitas tari dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Islam UIN Sunan Kalijaga yang menarikan tarian 'Wonderful Indonesia'. 
 
Salah satu peserta vaksin termuda, Aldino Tri Haryanto dari SMP Sunan Averroes bersyukur bisa mendapatkan vaksin dosis kedua di acara ini, setelah sebelumnya gagal ikut vaksinasi yang sudah dijadwalkan karena sakit. "Senang sekali hari ini bisa vaksin, untuk teman-teman SMP saya berharap agar bisa vaksin juga. Vaksin bisa melindungi diri kita dari virus", ujarnya. 
 
Selain Aldino, ada juga Waluyo, salah satu peserta vaksin lansia yang berasal dari Temanggung. Ia merasa senang telah disuntikkan vaksin kedua di tempat yang sama dan berharap makin banyak lansia yang sadar akan pentingnya vaksin dalam mencegah penularan virus COVID-19. (FAW)