Berita

BPIP Minta Peserta Diklat PIP Semangat Tanamkan Nilai Nilai Pancasila

BY Humas . 23 Mei 2022 - 16:43

Makassar:- Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) kembali melaksanakan diklat PIP melalui Kedeputian Pendidikan dan Pelatihan BPIP. Dalam sambutannya, Wakil Kepala BPIP Prof Haryono menjelaskan kepada peserta diklat Makna dari salam Pancasila yaitu setiap warga negara punya tanggung jawab untuk mengamalkan nilai-nilai pancasila tersebut. Menurutnya, tantangan kedepan yang harus dihadapi bangsa adalah harus berhati hati dengan negara yang semakin maju karena negara maju bukan menyerang pangkalan militer saja tetapi menyerang pangkalan otak negaranya.

“Maka dari itu hal ini menjadi fokus kita semua. Selain itu kita juga harus sehat untuk dapat menjalankan nilai-nilai pancasila.” Jelasnya saat memberikan pengarahan sebelum membuka Diklat PIP di Makassar, Senin (23/5).

Prof Hariyono juga meminta kepada peserta diklat jangan merasa di diklatkan tetapi diajak untuk berdiskusi. Dia mengingat memori masa lalu yang dikaitkan dengan kehidupan zaman sekarang dan kedepannya. Indonesia dapat menjadi negara yang berkembang karena orsospolnya.

“Dalam buku uraian yang ditulis oleh Muhammad Hatta berbicara hal tersebut. Sering kali menjadi distorsi diantara kita dan mengaitkan dengan orsospol tertentu.” Terangnya.

Sementara itu, Lahir Nya pancasila tanggal 1 juni, diibaratkan dengan membangun pondasi rumah, Sehingga bpip itu menjelaskan bahwa tanggal 22 juni perumusan pancasila, 1 juni lahir pancasila, dan 18 Agustus pengesahannya.

“Bpip berharap dapat persatuan semua bagsa mulai etnis, agama dan budaya. Orsospol diharapkan bisa dapat membangkitakan nilai pancasila secara positif.“ Jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kesbangpol Sulawesi Selatan Bapak Andi Sudirman Sulaiman, S.T. yang mewakili Gubernur menjelaskan, Dalam menyelenggarakan diklat ini Pihak kami dan BPIP berkoordinasi dengan 24 kabupaten dan kota, purna paskibraka (yang akan dijadikan duta pancasila). Kita berharap agar momentum ini dapat menjadi pembinaan bangsa dan aktualisasi nilai-nilai pancasila dalam rangka menghadapi tantangan di zaman teknologi ini.

“Nilai gotong royong harus dihidupkan di kalangan masyarakat. Dua dekade lalu dikalangan masyarakat jika hendak ingin membuat mck dilakukan dengan gotong royong. Sekarang ini, sangat disayangkan hal tersebut cenderung memudar.” Jelasnya.

Kami berharap pelaksanaan diklat ini warga saya dapat menyampaikan kepada kelompok tertentu (memecah persatuan) untuk dapat sadar dan membangun sulsel. Maka dari itu, Manfaatkan waktu ini dengan baik.

Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan BPIP Dr. Baby Siti Salamah, M.Psi., Psikolog menjelaskan, Sesuai Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2018, BPIP mempunyai tugas membantu Presiden dalam merumuskan arah kebijakan pembinaan ideologi Pancasila, melaksanakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian pembinaan ideologi Pancasila secara menyeluruh dan berkelanjutan, dan melaksanakan penyusunan standarisasi pendidikan dan pelatihan, menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan, serta memberikan rekomendasi berdasarkan hasil kajian terhadap kebijakan atau regulasi yang bertentangan Pancasila kepada lembaga tinggi negara, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, organisasi sosial politik, dan komponen masyarakat lainnya.

“Salah satu fungsi dari Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila yaitu menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan pembinaan ideologi Pancasila bagi aparatur negara, anggota organisasi sosial politik, dan komponen masyarakat lainnya. Fungsi ini dilaksanakan oleh Direktorat Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan pada Kedeputian Bidang Pendidikan dan Pelatihan BPIP.” Ucapnya saat memberikan sambutan kepada peserta diklat.

Baby mengatakan, pelaksanaan pembinaan ideologi Pancasila tentunya tidak cukup dilaksanakan oleh BPIP dan Kementerian Lembaga lainnya, melainkan harus ada keterlibatan unsur lainnya. Salah satu unsur dan mitra strategis BPIP dalam hal ini adalah organisasi sosial dan politik untuk bersama-sama, bergotong royong dalam pembumian nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat.

“Pendidikan dan Pelatihan Pembinaan Ideologi Pancasila yang kami selenggarakan ini tentunya, bukan sekedar untuk merubah karakter peserta, melainkan yang lebih penting lagi adalah untuk membangun bangsa.” Paparnya.

Dalam kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat RI Bapak Dr. Ahmad Basarah, M.H., Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan Bapak Andi Sudirman Sulaiman, S.T., Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Bapak Dr. Abdul Hayat Gani, M.Si, Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Ibu Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si, Panglima Kodam XIV/Hasanuddin Bapak Mayjen TNI Andi Muhammad, S.H., M.H, Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Bapak Nana Sujana beserta jajaran, Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Sulawesi Selatan Bapak Raden Febrytrianto, S.H., M.H, Kepala BIN Daerah Sulawesi Selatan Bapak Brigjen TNI Dwi Surjatmodjo, beserta jajaran, Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara II Marsekal Muda TNI Minggit Tribowo, S.I.P, Komandan Lantamal VI Bapak Laksamana Pertama TNI Dr. Benny Sukandari, S.E., M.E., CHRMP, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sulawesi Selatan Bapak Dr. H. Asriady Sulaiman, S.IP., M.Si, Direktur Perencanaan Pendidikan dan Pelatihan BPIP Bapak Sadono Srihardjo, S.T.,M.M., Direktur Standardisasi dan Kurikulum Pendidikan dan Pelatihan Bapak Dr. Heri Hermawan, M.Si. Bapak Marsekal Pertama TNI. Dr. Agus Purwo W., S.E.,M.M.,M.A.,CIPA, Ibu Brigjen TNI Dr. Paula Theresia Ekowati P.U., S.Sos., M.M., Tenaga Ahli Lembaga Ketahanan Nasional, Ibu Prof.Dr.Hj.Siti Musdah Mulia, M.A., Ketua Umum Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), Bapak Kolonel Sus. Andi Muhammad Darlis, S.IP Widyaiswara Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bela Negara, Badan Diklat Kementerian Pertahanan RI, Bapak Ken Setiawan Pendiri NII Crisis Centre, Bapak La Mimi, S.Sos, M.Si Widyaiswara Kementerian Dalam Negeri, Ibu Veny Hidayat, S.Psi.,M.Psi.,Psikolog; dan Bapak Agus Priyadi, S.Psi.,M.Psi.,Psikolog dari Tim Psikolog. (BM)