Berita

Kepala BPIP dorong Program Pembinaan Ideologi Pancasila Gunakan Metode Blended Learning

BY Humas . 20 Januari 2022 - 11:37

Jakarta:- Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D mendorong program Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) untuk menggunakan metode kekinian yang merambah ke arah digitalisasi pendidikan dan pelatihan. Salah satu metode yang ditekankannya adalah metode Blended Learning, Rabu (19/1). 
 
Ia menuturkan Blended Learning adalah metode yang sudah banyak diterapkan oleh institusi pendidikan. Metode ini merupakan metode pembelajaran yang menggabungkan strategi tatap muka secara luring dan pembelajaran jarak jauh (daring). Selain untuk menyikapi perkembangan teknologi, Guru Besar UIN Sunan Kalijaga tersebut juga menegaskan pentingnya mencegah penularan COVID-19 mengingat varian Omicron sudah mulai menyebar di negeri ini. 

"Metode Blended Learning juga patut dicoba, hal ini mempertimbangkan masih banyaknya kasus COVID-19 yang menginfeksi sebagian masyarakat Indonesia", tegasnya. 
 
Dalam pidatonya, Prof. Yudian menuturkan bahwa arahan Presiden untuk mengikuti perkembangan  teknologi digital sangat relevan di era Revolusi Industri 4.0 di semua aspek dan ruang lingkup institusi Pendidikan. 
 
"Sebab perkembangan masyarakat begitu cepat, apalagi perkembangan teknologi digital yang sudah merambah ke era Metaverse yang menggunakan teknologi Virtual Reality 3 Dimensi", imbuhnya. 
 
Sementara itu, Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan BPIP RI, Dr. Baby Siti Salamah mengatakan siap menindaklanjuti arahan dari Presiden Republik Indonesia dan Kepala BPIP untuk menggunakan metode kekinian yang berbasiskan teknologi serta cara-cara baru lainnya. 
 
"Arahan Bapak Presiden dan Kepala BPIP menjadi sangat relevan dengan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan PIP, dimana harus menggunakan cara-cara baru yang luar biasa dan menggunakan teknologi. Selain itu, segmentasi pemangku kepentingan yang harus mendapatkan PIP juga sangat beragam,  mulai dari lembaga negara,  kementerian/lembaga,  pemerintahan daerah,  organisasi sosial politik, dan  komponen masyarakat  lainnya", ungkapnya saat memberikan sambutan. 
 
Ia juga mengucapkan terimakasih apresiasi yang tinggi kepada DPRD Provinsi Lampung yang telah menjadi mitra strategis dan mitra pertama dari lembaga legislatif di tahun 2022. Ia berharap program PIP ini mampu memberikan transfer pengetahuan dan pengalaman kepada para peserta secara terstruktur, terencana, dan terorganisir untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam menguatkan ideologi Pancasila dalam setiap aktivitasnya sebagai anggota DPRD. 
 
Sepakat dengan hal tersebut, Ketua DPRD Provinsi Lampung, Mingrum Gumay, S.H.,M.H. juga menyampaikan terimakasih kepada Kepala BPIP dan para pendidik yang telah memfasilitasi pendidikan dan pelatihan kepada  DPRD Provinsi Lampung. 
 
"Kita berharap ada bekal untuk anggota DPRD semua ketika turun kebawah bertemu dengan konstituen serta masyarakat akar rumput dalam mengaktualisasikan pancasila. Karena kerangka berpikir kami di lembaga politik sudah   sepakat ideologi Pancasila adalah hal yang tidak bisa dipisahkan dari pengambilan kebijakan dan pembuatan aturan yang sekaligus menjadi sumber dari segala sumber hukum", pungkasnya di depan puluhan Anggota DPRD Provinsi Lampung. (FAW)